This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Dakwah Karo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah Karo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 April 2009

Ma'had Abu Ubaidah Al-Jahra Medan dan As-Sunnah Medan Akan Kirimkan Da'i ke Tanah Karo

Respon berbagai pihak untuk membantu gerakan dakwah di Tanah Karo mulai mendapat sambutan. Bapak Munawar Hadi sebagai Pimpinan Ma’had Abu Ubaidah Al-Jahra Medan merencanakan akan menambah da’i ke Tanah Karo sebanyak 2 orang untuk melaksanakan tugas dakwah selama satu tahun. Sebelumnya mereka sudah mengirimkan dai ke Tanah Karo sebanyak 2 orang yang ditempatkan di Desa Nang Belawan ( Kec.Simpang Empat), dan desa Cimbang ( Kec.Payung ). Masalah penempatan dai diamanahkan kepada PD Muhammadiyah Kab.Karo.

Sedangkan, Yayasan As-Sunnah Medan melalui Pak Muslim menyampaikan rencana As-Sunnah mengirimkan dainya ke Tanah Karo sebanyak 5 orang yang akan bertugas selama satu tahun di Tanah Karo. Masalah penempatan dai As-Sunnah bekerjasama dengan PD Muhammadiyah Kab.Karo dan PD Dewan Masjid Indonesia Kab.Karo.

Insya Allah, kerjasama dakwah dengan kedua lembaga ini dapat ,menggairahkan pengembangan dakwah di Tanah Karo.

Prof.Syahrin Harahap Tawarkan Mou dengan PD DMI Kab.Karo Untuk Pengembangan Dakwah di Kab.Karo

Hari ini, Sabtu ( 18 April 2009) jam 09.16 saya menerima panggilan telepon dari Prof.Syahrin Harahap Rektor Universitas Al-Washliyah Medan. Ada dua hal catatan yang teramat penting dari perbincangan pagi itu. Pertama, Ucapan terima kasih atas kiriman buku Profil Dakwah Ummat Islam Kab.Karo 2009 yang saya kirim beberapa waktu yang lalu. Disamping itu beliau memberikan apresiasi untuk perkembangan dakwah di Kabupaten Karo. Kedua,Apresiasi beliau terhadap gerakan yang memprihatikan ( Istilah Akmal Azahari Tarigan menyebutkan dakwah yang mati suri ) di Kabupaten Karo beliau menawarkan sebuah MoU antara UNIVA dengan Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Karo untuk gerakan dakwah di Karo.

Tawaran ini membuat jantung saya berpacu kencang. Sebuah tawaran yang sangat brilian dari seorang penggerak dakwah. Sebuah tantangan yang menantang untuk merubah peta dakwah yang telah kami susun. “ Ketika saat orang sibuk dengan berbagai aktivitas politik, mari kita bersama gerakkan dakwah ,” papar beliau dengan perbincangan yang singkat itu.

Tawaran itu membuat otak di kepalaku berputar kencang, untuk mengatur skenario, menyusun strategi, menggalang kekuatan, apa saja demi suksesnya jaringan dakwah antara UNIVA Medan dengan DMI Kab.Karo.
Syukron Pak Profesor. Insya Allah kita akan sukses.

Ya…..Allah ….. pinjamkan kami kekuatan-Mu agar kami agar kami kuat untuk melaksanakan amanah-Mu menyampaikan firman-firman-Mu. Amin .
Oleh: Erwin Tanjung
Ketua Tim Penyusun Profil Dakwah Ummat Islam Kab.Karo
Sekretaris PD Dewan Masjid Indonesia Kab.Karo
Sekretaris PD Muhammadiyah Kab.Karo

Azhari Akmal tarigan: Dakwah di Tanah Karo Mati Suri


Pertemuan dalam rangka Peluncuran buku Profil Dakwah Ummat Islam Kabupaten Karo 2009 dan Diskusi Mengatasi Problema Dakwah di Tanah Karo dengan Nara Sumber Azhari Akmal Tarigan,M.A. pada hari Minggu tanggal 29 April 2009 telah memberikan semangat untuk kembali berpikir menggerakkan semangat dakwah di Tanah Karo.

Buku Profil Dakwah Ummat Islam Kab.Karo 2009 memberikan imformasi yang memprihatinkan tentang kondisi dakwah di Kab.Karo. Dari 158 masjid, ada sekitar 45 masjid yang tidak terlaksana shalat Jumat, 105 masjid tidak memiliki perkumpulan/pengajian rema masjid, 102 masjid tidak ada pembelajaran al-Quran bagiu anak-anak Islam. Dari 261 desa yang ada di Karo. 1168 desa tidak memiliki dai/ustad , 223 desa tidak pernah dikunjungi/didatangi olkeh dai/ustad dari luar desa,160 desa yang tidak memiliki pengajian/perwiridan jamaah, 223 desa tidak ada pengajian/perwiridan remaja, dan 211 desa tidak ada sarana belajar al-Quran bagi anak-anak. Data yang cukup menyedihkan.

Dakwah di Tanah Karo Mati Suri. Itulah judul tulisan yang dibuat Azhari Akmal Tarigan di harian Waspada ( Jumat, 3 April 2009 ). Sebuah tulisan yang mensosialisasikan kondisi dakwah di Karo. Semoga saja promosi tulisan itu dapat menggugah semangat kaum muslimin khususnya orang-orang Islam Karo yang berada di luar Karo untuk bersama-sama berjuang untuk pengembangan dakweah di Kab.Karo. Bujur Pak Akmal Tarigan.
Oleh: Erwin Tanjung
Ketua Tim Penyusun Profil Dakwah Ummat Islam Kab.Karo
Sekretaris PD Dewan Masjid Indonesia Kab.Karo
Sekretaris PD Muhammadiyah Kab.Karo